Jumat, 09 Mei 2014

Ternak Sapi Potong



Kebutuhan daging sapi setiap tahun terus meningkat. Peningkatan kebutuhan tersebut di antaranya dipicu oleh pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi sehingga daya belinya masyarakat juga semakin tinggi. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, sebagiannya ditutupi oleh kuota impor, karena produksi ternak nasional masih belum mampu mencukupi kebutuhan daging nasional. Tentu hal ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan untuk mengembangkan peternakan sapi.
Rata-rata kepemilikan sapi potong hanya sekitar 2—5 ekor. Keadaan ini memang sangat miris dimana Indonesia secara morfologi merupakan negara agraria yang memiliki lahan yang luas untuk beternak. Padahal, peternakan sapi di luar negeri yang sudah menerapkan sistem yang sangat intensif dengan populasi puluhan hingga ratusan ekor. 
Harga jual sapi secara nasional dalam satu tahun terakhir relatif stabil, dengan rata-rata mencapai Rp67.273 per kilogram. Sementara harga bobot hidup di tingkat peternak rata-rata Rp26.500 per kilogram pada hari biasa. Harganya akan naik tajam pada bulan-bulan perayaan agama khususnya agama islam, seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Sebelum memulai usaha beternak sapi potong, sebaiknya peternak atau calon peternak menggali informasi dan wawasan bagaimana beternak sapi potong yang baik. Informasi tersebut dapat diperoleh dengan membaca buku tentang sapi potong, majalah, tabloid, dan artikel-artikel di internet. Selain itu, peternak juga dapat bertukar pikiran dengan peternak lain yang berada di lingkungan sekitar. Jika tidak ada, calon peternak bisa mencari informasi mengenai peternak sapi yang ada di daerah lain.
Memiliki kemampuan teknis beternak yang baik dan benar merupakan salah satu kunci keberhasilan beternak sapi potong, terutama menyangkut masalah pemberian pakan. Potensi kenaikan bobot badan harian sapi impor dapat mencapai 1.5—1.8 kg/hari. Namun, pertambahan tersebut susah tercapai di Indonesia, karena belum mengoptimalkan sistem pemeliharaan dan jumlah pakan yang kurang, baik dari segi kuantitas maupun kualitas gizinya. Hal ini merupakan salah satu alasan utama untuk terjun di dalam dunia peternakan sapi potong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar